Konsultasi Online

zwani.com myspace graphic comments

Kamis, 12 Maret 2009

Bahasa Gaul






Written by Admin
Tuesday, 26 February 2008

Secara umum dapat diterangkan bahwa pembentukan istilah bahasa gay dari bahasa biasa ada 6 jenis, yakni:

1. Kata yang mengubah vokal suku kata ke dua dari akhir menjadi [è] dan vokal (dan konsonan) suku kata akhir menjadi [ong], [es] atau [I], seperti loco -> lècong, lèces, atau lèci (masturbasi, onani)

2. Kata yang melibatkan sisipan [in] di antara konsonan dan vokal tiap suku kata, umumnya dengan pemendekan hasilnya menjadi dua suku kata, seperti banci -> binancini -> binan

3. Kata yang mengambil sebagian awal kata dan kemudian mengubah selebihnya sehingga menjadi kata lain atau nama orang yang acapkali berkaitan dengan makna yang hendak ‘disembunyikan’, seperti semak ( semangka (buah yang disukai)

4. Kata (khusus di daerah berbahasa Jawa) yang menambahkan awalan si dan menyisakan hanya suku kata pertama (ditambah konsonan kata berikutnya apabila suku kata itu berakhir dengan vokal), seperti lanang (Jw. laki-laki) -> silan

5. Kata yang memberikan makna beda pada istilah dari bahasa biasa, seperti jeruk yang diberi arti = pemeras

6. Kata dengan sejumlah kecil istilah khas yang hanya ditemui dalam bahasa gay, seperti cuco’(cakep).

Daftar Singkatan dan Lambang: Jw. = bahasa Jawa; Sd. = bahasa Sunda; s.o. = seseorang.

A
adidas -- ndesa (Jw), norak.
adinda 1 -- ada.
adinda 2 -- adik.
aida, aida mustafa -- AIDS.
akika -- aku.
ampar --> tinta ampar.
ambarawa -- ambu (Jw), bau.
amir -- amat, sangat.
angguna -- anggun.
apésé -- apa.
ATM -- bisa di mana-mana, serba bisa (berkaitan dengan teknik hubungan seks).
ayah -- panggilan mesra untuk laki-laki dewasa.

--------------------------------------------------------------------------------
B
bala-bala -- bagi-bagi.
bandana -- bandit, penjahat.
batako -- botak.
bawang -- bau.
bayangkara -- bayar.
BBC (bibisi) -- becak, tukang becak.
bèbisong --> bibisi, BBC.
bèbong 1 -- babi.
bèbong 2 -- babu.
belalang -- beli.
bèlong -- bulu; ber... -- berbulu.
bèllina --be’ol (Sd.), berak.
bès -- banci, waria.
bètharia -- berak.
bèyes, bèyong -- bayar; -an -- bayaran, pelacur (laki-laki).
binan -- banci, waria.
binul -- bule, orang Barat.
bisikan -- bisa, dapat.
bis kota -- bisa, dapat.
b.o. --boking.
bobor -- membuka diri, ketahuan.
bodrèk, bodrèx -- bodoh.
bossini -- bosan.
branjangan -- baju.
brènda, brèndi --> brondong.
brèpong -- berapa.
brondong -- muda, laki-laki muda.
bulbul, bulèlèng -- bule, orang Barat.

--------------------------------------------------------------------------------
C
capcai 1 -- cepat.
capcai 2 -- cabut, pergi.
casio -- kasihan.
cèkes, cèkong -- cakep.
cembèrong -- cemburu.
cemberut -- cemburu.
cica --> kucing.
cik pin -- pincang.
cililitan -- cilik, kecil.
cinere, cinse’, cintami -- (orang) Cina.
ciptadent -- cipo’-(an), (ber)-ciuman.
cuci WC -- menjilati dubur, analingus.
cuco’ -- cakep.
cumi-cumi -- (ber)-ciuman.
cuplis -- kecil (umumnya merujuk pada ukuran penis).

--------------------------------------------------------------------------------
D
dèbby -- dubur.
dèborah --> dubes, duta besar.
dèddy -- dada.
dèkes, dèkong -- dukun.
dèndes, dèndong -- (ber)-dandan, me-ngenakan pakaian perempuan.
dères, dèrong, dèrsek -- seks anal (me-lalui dubur, semburit).
dèwi -- duwit.
diana -- dia.
diklèm -- diklemprakno (Jw.), dicampakkan, diputus-hubungan
door-to-door -- datang dari rumah ke ru-mah (merujuk pada gay atau pelacur laki-laki yang tidak bergaul di tempat umum).
dubes -->duta besar.
duka lara -- dukun.
durènces -- tidak disunat, tidak dikhitan.
duta -- duit, uang.
duta besar -- suka melakukan seks anal (melalui dubur, semburit).

--------------------------------------------------------------------------------
E
èblas -- pandai bicara, genit, centil.
èferèdi --> eveready.
èm, èmbèr, èmbong -- emang bener, memang.
enam sembilan -- saling mengisap penis
èndang -- enak.
ènjrot -- emang, memang.
èrbes, èrbong -- (orang) Arab.
èslong -- asli.
èsong -- isap (merujuk pada seks oral).
eveready -- pelacur laki-laki.
èyes -- ayu.

--------------------------------------------------------------------------------
G
garukan -- razia, penggerebekan di tempat kumpul.
gatra -- gatal.
gèdes, gèdong, gedung putih -- gede, besar (umumnya merujuk pada uku-ran penis).
gelap gulita -- berkulit hitam.
gembala -- gemuk.
gèta -- peras, minta dengan paksa.
gilingan -- gila.
ginay, ginè -- gay.
gita teladan --> gèta.
gladys --> gèdes.
g.m. -- germo.
gondès -- ndèså (Jw.), norak.
gorèng -- seks anal, semburit.
grètong -- gratis.
gundala -- gundul.

--------------------------------------------------------------------------------
H
hèma malini, hèmaviton, hèmes, hèmong -- homo, gay.
hitler -- hitam.
hombrè, hombrèng -- homo, gay.

--------------------------------------------------------------------------------
I
idéalisme -- idiot.
inang, intan -- ini.
injèksong -- injeksi.
isabela, isna -- isap (merujuk pada seks oral.
itong -- itu.

--------------------------------------------------------------------------------
J
jahara -- jahat.
jailani -- jelek.
jali-jali -- jalan-jalan.
jayanti -- (orang) Jawa.
jelita -- jelek; - kasih -- jelek sekali.
jèli-jèli, jèlong-jèlong -- jilat-jilat.
jèmbong -- jembut (Jw.), bulu kelamin.
jeng -- panggilan akrab untuk gay yang lebih muda.
jèpong -- jepit (merujuk pada hubungan seks penis-sela paha, interfermoral).
jeruk -- peras, pemeras.
jrong -- caci maki.
juwita -- jualan (jual diri).

--------------------------------------------------------------------------------
K
kalèngan -- tertutup.
karpèt -- (ber)-bulu.
kassandra -- kasar.
kayangan -- kaya.
kelinci -- kecil.
kencana -- kencing.
kèntes, kènti, kèntong -- kontol, penis.
kères -- kèrå (Jw.), juling.
keriting -- feminin.
ketimpring -- feminin.
klèwes, klèwong -- keluar, ejakulasi, me-ngeluarkan air mani.
koni -- kondom.
kucing, kucica -- pelacur laki-laki; -lanang -- pelacur laki-laki yang tidak homo, -wandu -- pelacur laki-laki yang juga homo.
kumala -- kumal.
kumulatif -- kumuh.

--------------------------------------------------------------------------------
L
lacica -- lancang.
laksana -- laki-laki.
lambada -- lèmbèng, kemayu (Jw.), ge-nit.
la nina -- lanang (Jw.), laki-laki
lambrètta -- lambat.
laminating -- lama.
lapangan -- lapar.
larasati -- larang (Jw.), mahal.
lèces, lèci, lècong -- loco, rancap, onani, masturbasi.
lèkes, lèkong -- laki-laki (maskulin), pasa-ngan laki-laki.
lembayung -- lembek, lembeng, femi-nin; -sutra -- lemah gemulai.
lèntes -- lonte, pelacur.
lès biola, lèsbong, lès piano -- lesbian.
lèsbongan -- berhubungan seks (mengenai dua gay feminin atau gay dengan perempuan).
lèwong -- luwe (Jw.), lapar.
linak -- laki-laki.
linès, lisa bonet -- lesbian.
lipsinc -- lipstick.
lubang buaya -- orang yang suka disemburit.
lumajang, lumejong -- lumayan.
lumba-lumba -- lembeng (Jw.), genit, feminin.
lumpia -- lumayan
luna -- lonte, pelacur.

--------------------------------------------------------------------------------
M
mabar -- mabuk.
madurasa -- (orang) Madura.
maharani -- mahal.
makassar -- makan.
ma’ci', macica -- banci, waria.
malacanang -- lancang.
malaria -- melarat, miskin.
malaysia, malida -- malu.
mandala -- mandi.
mande -- mana.
mandi kucing -- menjilati tubuh.
manila -- manis.
matra -- matre, materialistis.
mawar -- mau.
mayangkara, mayangsari, mayapada -- main, berhubungan seks.
mba’yu -- panggilan akrab untuk gay yang lebih tua.
mèbel -- mèmèk belakang, dubur.
mèbong -- mobil.
mèkes, mèkong -- makan.
mèki -- mèmèk, vagina.
mèksiko -- Madura.
mèlani, mèlly -- melok (Jw.), ikut.
menyanyi -- nyolong (Jw.), mencuri.
mètong 1 -- mati.
mètong 2 -- metu (Jw.), keluar, ejakulasi.
mèyes, mèong -- main, berhubungan seks.
minarinah -- marah.
minong-minong -- ngomong-ngomong.
miss -- awalan untuk gay yang bersifat tertentu; -BBC -- gay yang suka tukang becak atau berhubungan seks dalam becak.
mojokerto -- mojok.
multatuli -- mulut.
muna, munali, munawir -- munafik.
muria, mursida, muryati -- murah.

--------------------------------------------------------------------------------
N
nèpsong -- napsu.
nè’ -- panggilan akrab sesama gay.
ngèbèr -- mejeng, mangkal, kumpul-kumpul.
ngèsong --> èsong.
ngisna --> isna.
nglèces, nglèci, nglècong --> lèces, lèci, lècong.
ngondèk -- feminin, genit.
nit, nita -- tidak.
nyah -- panggilan akrab sesama gay.
nyèbong -- nyabo, melacur.
nyiur melambai -- feminin, lemah gemulai.

--------------------------------------------------------------------------------
P
pahala -- paha.
pèges-pèges -- pegang-pegang, mera- ba-raba.
pèjong -- peju, air mani.
pèk-pèk -- pegang-pegang, meraba- raba.
pelita, pelita hati -- pelit.
pèltu -- nempel metu (Jw.), mudah eja-kulasi/mengeluarkan air mani.
pembantaian, pembèntong -- pem-bantu (rumah tangga).
pènong -- panu.
pènti, pèntong -- pantat.
pères -- pura(-pura) (diucapkan pada akhir kalimat atau menanggapi kalimat kawan bicara, mengartikan sesuatu yang tidak benar),berpura-pura, merayu s.o.
pèrsia, pèrsi --> pères.
pèwi, pèwong -- (perem)puan.
pinèrinèks -- pereks.
pinorin, piramida -- pira (Jw.), berapa.
polandia, polèsong -- polisi.
polo, polonia -- pulang.
prawira -- perawan.
pusara -- pusar.
PY -- payu (Jw.), laku.

--------------------------------------------------------------------------------
R
racun -- perempuan, istri.
ramayana -- ramai.
rantangan -- datang ke rumah (merujuk pada gay atau pelacur laki-laki yang tidak bergaul di tempat umum).
rebana, rèbong 1 -- ribu: se- -- seribu.
rèbong 2 -- (me)-raba.
rèmbong -- rambut.
rèmpes --> rumpi.
rèti, rètong -- ratus; se- -- seratus.
rèksona, rèxona -- rokok.
rimo -- ramai.
rindang -- rindu.
rumania -- rumah.
rumbai-rumbai --> rumpi' 1.
rumpi’ -- 1. pemeras; 2. makian ringan atau ungkapan menanggapi pernyataan yang menggemaskan (mirip dengan sialan!).
rumput --> rumpi' 1.

--------------------------------------------------------------------------------
S
sakit, se’ -- homo, gay.
sandang -- sana.
sèbokan -- subalan (Jw), pengganjal pantat.
semak, semangka -- suka, senang, nak-sir.
sèmong -- sama; sama-sama; suka sa-ma suka.
sènorita --> sinyorita.
sepèlong -- sepuluh, sepuluh ribu.
sepètong -- sepatu.
sepiring, sepoi -- sepi.
sèrtu -- gèsèr metu (Jw.), mudah mengeluarkan air mani, ejakulasi.
sèsong -- susu, buah dada.
setèl -- atur (supaya mencapai orgasme bersama).
setor -- datang ke rumah (merujuk pada gay atau pelacur laki-laki yang tidak bergaul di tempat umum).
sindang -- sini.
sinopin -- sapa (Jw.), siapa.
sinyorita -- nyorog (Jw.), membayar (mengenai hubungan seks).
sicang -- cangkem (Jw.), mulut.
siluman -- lumayan.
sisilia -- silit (Jw.), dubur.
sipir -- pirå (Jw.), berapa.
slènger -- selera.
spèlen, spèlinda -- (ber)hubungan seks.
srini -- seribu.
sukria -- suka.
sumiati --> sèbokan.
sundari 1 -- sundal, pelacur.
sundari 2 -- (di)sunat, (di)khitan.
supriyadi -- supir.
susil, susilo --> sisilia.
sutra -- sudah.

--------------------------------------------------------------------------------
T
takara, takarai, tarakanita -- takut.
tari-tarian, tari tempurung -- berhubungan seks (mengenai dua gay feminin atau gay dengan perepuan).
tèmpi, tèmpong, tèmpra -- seks anal (melalui dubur, semburit).
tempura --> tèmpi, tèmpong, tèmpra.
tentères, tentèrong -- tentara.
tètes, tètong -- tetek, puting susu.
tèwas -- berhasil menaklukan s.o (dalam hubungan seks).
tèwong -- tua.
tinta, tintring -- tidak; -ampar -- tidak apa-apa.
tubang -- tua.

--------------------------------------------------------------------------------
U
ulek -- seks anal, semburit.

--------------------------------------------------------------------------------
W
-wati -- akhiran untuk merujuk pada sifat s.o gay.
wice -- ungkapan akrab di akhir kalimat, lho.
wil, wilse’ -- mau, suka, naksir.
wu’ -- panggilan akrab antara sesama gay.

------------------------------------------------------------------
Y
yongen -- laki-laki muda (maskulin).

Menelan Sperma Bahaya gak sih?

Written by Arios
Wednesday, 11 March 2009


ImageMenelan cairan sperma bagi kamu mungkin menjijikkan. Namun banyak pula dari kamu yang suka sekali menelan sperma partner seksmu ketika oral seks bukan?

Banyak sekali pertanyaan yang masuk melalui layanan sms gateway igama (081333947000) mengenai aman atau bahayanya menelan sperma. Artikel kali ini akan membahas tantang keuntungan maupun bahaya menelan cairan sperma partner seks kita.

Cairan sperma yang sehat memang kaya protein, menelan cairan sperma tidak ada efek samping berarti bagi pencernaan kecuali jika air mani tercampur dengan terlalu banyak urine. Urine mengandung berbagai senyawa yang merugikan bagi tubuh, sehingga jika terlalu banyak mengandung urine maka meminum cairan sperma juga tidak baik bagi kesehatan kamu.

Menelan cairan sperma akan berbahaya apabila :
Adanya transmisi atau penularan penyakit seksual. Transmisi dalam hal ini adalah adanya penyakit menular seksual pada cairan sperma serta adanya "Pintu Masuk" untuk penularan penyakit seksual tersebut. "Pintu Masuk" dapat berupa sariawan atau luka di mulut dan gusi kamu.

Beberapa contoh penyakit yang dapat menular melalui meminum cairan sperma penderitanya adalah gonore dan klamidia (yang dapat menginfeksi kerongkongan), Sifilis (yang dapat menular jika pada mulut orang yang berkontak dengan genitalia terdapat sobekan luka sehingga virus dan bakteri dapat masuk ke dalamnya), hepatitis dan HIV.

Resiko penularan penyakit seksual melalui cairan sperma di tenggorokan dikarenakan adanya sariawan, luka, sobekan, radang atau ulcus pada mulut, kerongkongan dan tenggorokan.

Mengingat bahwa penyakit menular seksual dan HIV terkadang lebih sering tidak menampakkan gejala, maka sebaiknya cairan sperma jangan sampai tertelan. Karena tentunya kamu tidak tahu penis mana yang sehat dan yang tidak.

Pada intinya jangan mengambil resiko untuk HIV dan penyakit menular seksual. Jika pertimbangan kamu adalah protein yang terkandung di dalam cairan sperma, alangkah baiknya kamu meminum susu saja. Lebih sehat dan lebih besar pula kandungan proteinnya.

Kamu tidak ingin terkena penyakit gonore tenggorokan yang sedang trend saat ini bukan?

Tetapi jika kamu yakin bahwa partner seksmu memang aman dari HIV dan penyakit menular seksual dalam artian sudah kamu ajak VCT serta periksa IMS dan hasilnya negatif, minum saja cairan spermanya sebanyak-banyaknya boys!

Dari berbagai sumber.

Prof UIN Jakarta Menghalalkan Homoseksual

Written by Mamad
Thursday, 03 April 2008


Image Harian The Jakarta Post, edisi Jumat (28/3/2008) pada halaman mukanya menerbitkan sebuah berita berjudul Islam "recognizes homosexuality" (Islam mengakui homoseksualitas). Mengutip pendapat dari Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, guru besar di UIN Jakarta, koran berbahasa Inggris itu menulis bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan diciptakan oleh Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam. (Homosexuals and homosexuality are natural and created by God, thus permissible within Islam).

Menurut Prof. Musdah Mulia, para sarjana Muslim moderat berpendapat, bahwa tidak ada alasan untuk menolak homoseksual. Dan bahwasanya pengecaman terhadap homoseksual atau homoseksualitas oleh kalangan ulama aurus utama dan kalangan Muslim lainnya hanyalah didasarkan pada penafsiran sempit terhadap ajaran Islam.

Tepatnya, ditulis oleh Koran ini: "Moderate Muslim scholars said there were no reasons to reject homosexuals under Islam, and that the condemnation of homosexuals and homosexuality by mainstream ulema and many other Muslims was based on narrow-minded interpretations of Islamic teachings".

Mengutip QS 49 ayat 3, Musdah menyatakan, salah satu berkah Tuhan adalah bahwasanya semua manusia, baik laki-laki atau wanita, adalah sederajat, tanpa memandang etnis, kekayaan, posisi social atau pun orientasi seksual. Karena itu, aktivis liberal dan kebebasan beragama dari ICRP (Indonesia Conference of Religions and Peace) ini, "Tidak ada perbedaan antara lesbian dengan non-lesbian.

Dalam pandangan Tuhan, manusia dihargai hanya berdasarkan ketaatannya". (There is no difference between lesbians and nonlesbians. In the eyes of God, people are valued based on their piety). Demikian pendapat guru besar UIN Jakarta ini dalam diskusi yang diselenggarakan suatu organisasi bernama "Arus Pelangi",di Jakarta, Kamis (27/3/2008).

Menurut Musdah Mulia, intisari ajaran Islam adalah memanusiakan manusia dan menghormati kedaulatannya. Lebih jauh ia katakan, bahwa homoseksualitas adalah berasal dari Tuhan, dan karena itu harus diakui sebagai hal yang alamiah.

The Jakarta Post juga mengutip pendapat seorang pembicara bernama Nurofiah, yang menyatakan, bahwa pandangan dominan dalam masyarakat Islam tentang heterogenitas adalah sebuah “konstruksi sosial”, sehingga berakibat pada pelarangan homoseksualitas oleh kaum mayoritas.

Ini sama dengan kasus "bias gender" akibat dominasi budaya patriarki. Karena itu, katanya, akan berbeda jika yang berkuasa adalah kaum homoseks. Lebih tepatnya, dikutip ucapan aktivis gender ini: "Like gender bias or patriarchy, heterogeneity bias is socially constructed. It would be totally different if the ruling group was homosexuals".

Diskusi tentang homoseksual itu pun menghadirkan pembicara dari Majelis Ulama Indonesia dan Hizbut Tahrir Indonesia. Kedua organisasi ini, oleh The Jakarta Post, sudah dicap sebagai "kelompok Muslim konservatif". Ditulis oleh Koran ini: Condemnation of homosexuality was voiced by two conservative Muslim groups, the Indonesian Ulema Council (MUI) and Hizbut Thahir Indonesia (HTI)".

Amir Syarifuddin, pengurus MUI, menyatakan bahwa praktik homoseksual adalah dosa. "Kami tidak akan menganggap homoseksualitas sebagai musuh, tetapi kami akan membuat mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah," kata Amir Syarifudin.

Demikianlah berita tentang penghalalan homoseksual oleh sejumlah aktivis Hak Azazi Manusia, sebagaimana dikutip oleh The Jakarta Post.

Memang sudah sejak dulu ada orang-orang yang orientasi seksualnya homoseks, penafsiran beberapa ulama dan tokoh sebagian besar melarang dan mengharamkan. Tidak ada ulama atau dosen agama yang berani menghalalkan tindakan homoseksual, seperti yang dilakukan oleh Prof. Siti Musdah Mulia dari UIN Jakarta tersebut.

Sejak terbitnya Jurnal Justisia dari Fakultas Syariah IAIN Semarang (edisi 25, Th XI, 2004), yang menghalalkan homoseksual, kita sudah mengingatkan para pimpinan kampus Islam agar lebih serius dalam menangani penyebaran paham liberal di kampus mereka. Sebab, virus liberal ini semakin menampakkan daya rusaknya terhadap aqidah dan pemikiran Islam. Ironisnya, fenomena ini justru digerakkan dari sejumlah akademisi di kampus-kampus berlabel Islam.

Kita ingat kembali, bahwa dalam Jurnal Justisia tersebut, dilakukan kampanye besar-besaran untuk mengesahkan perkawinan homoseksual. Jurnal itu kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-hak Kaum Homoseksual, (Semarang:Lembaga Studi Sosial dan Agama/eLSA, 2005).

Dalam buku tersebut dijelaskan strategi gerakan yang harus dilakukan untuk melegalkan perkawinan homoseksual di Indonesia, yaitu:

(1) mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut hak-haknya yang telah dirampas oleh negara.

(2) memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi pada diri kaum homoseksual adalah sesuatu yang normal dan fithrah, sehingga masyarakat tidak mengucilkannya bahkan sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung setiap gerakan kaum homoseksual dalam menuntut hak-haknya.

(3) melakukan kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth dan konsep pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual.

(4) menyuarakan perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan perkawinan harus antara laki-laki dan wanita"

Sebagaimana Prof. Musdah Mulia, para penulis dalam buku itu pun mengecam keras pihak-pihak yang masih mengharamkan homoseksual. Seorang penulis dalam buku ini, misalnya, menyatakan, bahwa pengharaman nikah sejenis adalah bentuk kebodohan umat Islam generasi sekarang karena ia hanya memahami doktrin agamanya secara given, taken for granted, tanpa ada pembacaan ulang secara kritis atas doktrin tersebut.

Si penulis kemudian mengaku bersikap kritis dan curiga terhadap motif Nabi Luth dalam mengharamkan homoseksual, sebagaimana diceritakan dalam Al-Quran surat al-A'raf :80-84 dan Hud :77-82). Semua itu, katanya, tidak lepas dari faktor kepentingan Luth itu sendiri, yang gagal menikahkan anaknya dengan dua laki-laki, yang kebetulan homoseks.

Ditulis dalam buku ini sebagai berikut:
"Karena keinginan untuk menikahkan putrinya tidak kesampaian, tentu Luth amat kecewa. Luth kemudian menganggap kedua laki-laki tadi tidak normal. Istri Luth bisa memahami keadaan laki-laki tersebut dan berusaha menyadarkan Luth. Tapi, oleh Luth, malah dianggap istri yang melawan suami dan dianggap mendukung kedua laki-laki yang dinilai Luth tidak normal. Kenapa Luth menilai buruk terhadap kedua laki-laki yang kebetulan homo tersebut? Sejauh yang saya tahu, Al-Quran tidak memberi jawaban yang jelas. Tetapi kebencian Luth terhadap kaum homo disamping karena faktor kecewa karena tidak berhasil menikahkan kedua putrinya juga karena anggapan Luth yang salah terhadap kaum homo". (hal. 39)

Dalam catatan penutup buku karya anak-anak Fakultas Syariah IAIN Semarang tersebut, dimuat tulisan berjudul "Homoseksualitas dan Pernikahan Gay: Suara dari IAIN". Penulisnya, mengaku bernama Mumu, mencatat, "Ya, kita tentu menyambut gembira upaya yang dilakukan oleh Fakultas Syariah IAIN Walisongo tersebut". Juga dikatakan dalam buku tersebut: "Hanya orang primitif saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi siapapun dengan dalih apapun, untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan kebablasan".

Logika ini sejalan dengan jalan pemikiran Musdah Mulia yang menyatakan bahwa pelarangan homoseksual hanyalah didasarkan pada penafsiran sempit terhadap ajaran Islam. Barangkali, seperti dikatakan Nurofiah, jika suatu ketika nanti kaum homoseksual sudah menjadi dominan, maka mereka akan memandang bahwa kaum heteroseksual adalah suatu kelainan. Inilah pandangan yang "logis dan masuk akal" dalam konteks masyarakat "dominan-minoritas" seperti saat ini. Sebagaimana kasus perkawinan antara muslimah dan laki-laki non-Muslim yang didukung dan dipenghului oleh sejumlah dosen UIN Jakarta, akan ada kemungkinan, bahwa para akademisi liberal ini bisa menjadi penghulu bagi perkawinan sesama jenis. Apalagi Prof. Dr. Musdah Mulia sudah melontarkan pendapatnya tentang homoseksual secara terbuka di media massa. Apalagi beluiau dalah guru besar pemikiran Islam di suatu kampus Islam terkenal.

Jika kita mengikuti kisah perjalanan intelektual Prof. Musdah Mulia, cara pandang yang liberal telah menorehkan prestasi, pada Hari Perempuan Dunia tanggal 8 Maret 2007, Musdah Mulia menerima penghargaan International Women of Courage dari Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice di kantor kementerian luar negeri Amerika Serikat (AS), Washington. Beliau dianggap sukses menyuarakan, membela dan mengembalikan hak perempuan di mata agama dengan cara melakukan "pembaruan hukum Islam" termasuk-- undang-undang perkawinan.

Dari www.hidayatullah.com dan berbagai sumber lain

Selasa, 24 Februari 2009

Skandal Pangeran Harry...



Beberapa hari yang lalu, Prince Harry dikenai tuduhan telah melakukan aksi homophobia dan rasisme di dalam kelompok tentaranya. Nggak lama kemudian muncul berita yang menghebohkan lagi. Prince harry menerima penghormatan dari Peter Tatchell, aktivis Gay Inggris, atas sebuah video dan foto yang tersebar dimana Harry lg mencium dan menjilat wajah seorang tentara yang berada dalam satu kelompok dengannya. Video tersebut diberi judul “I Love You”
Videonya emang nggak beredar, tapi foto-fotonya banyak menarik perhatian orang. Foto-foto ini adalah salah satu bukti akan gossip ciuman tersebut.
Melihat fenomena ini, Pete Tatchell memberikan komentarnya, “Prince Harry adalah keturunan ketiga dari kerajaan Inggris. Dengan kejadian ini, saya merasa bahwa dunia akan menjadi lebih baik jika memang benar Harry menyukai sesama jenis. Jadi kita (kaum gay) bisa hidup lebih bebas seperti para heteroseksual.”

China Gay TV Show...



:ayuk:
Mungkin banyak dari kalian yang nggak tahu tentang tv show gay buatan China ini. Gay Tv show ini udh beredar via internet tahun 2007 lalu. Judul aslinya dalam bahasa Cina yaitu Tongxing Xianglian yang diterjemahin dalam bahasa Inggris menjadi Connecting Homosexuals atau Gay Connections. loe bisa coba klik di phoenixtv.com. Yang jadi host acara ini adalah Didier Zheng yang merupakan aktivis Gay yang banyak ikutan mempromosikan pencegahan terhadap AIDS.

Optional Side Ad Optional Side AdOptional Side AdOptional Side Ad